Labels

Kebatinan Ilmu Supranatural Kanuragan Olah Spiritual buka aura Doa dan amalan Kebal Kejawen Ilmu menghilang batu akik bertuah batu merah delima Kesehatan Mata bathin batu bertuah guna guna ilmu trawangan manfaat Bagaimana Cara Jin Masuk Ke Dalam tubuh manusia Kesurupan Pagar Ghaib akik Junjung drajat gangguan setan ilmu kebal jenis batu mulia yang disukai Jin mantra ilmu melindungi uang dari tuyul mengisi benda bertuah santet Babi ngepet Bentuk Jin Yang Suka tinggal Dalam Batu Akik Doa pawang hujan Doa puter giling Joyoboyo Pengasihan Ramalan Susuk bacaan pembuka aura wajah batu akik kebal santet berbagai cara menarik berbagai wirid penangkal santet doa agar rumah tangga rukun gangguan jin mengusir tuyul pintu rejeki Akik Sulaiman Bagaimana Cara Jin Masuk Ke Dalam Batu Akik Batu Jin Bulan suci Ramadhan Doa harian membuka aura wajah Doa rujuk kembali Ilmu Laduni Ilmu makrifat Inti sari Ilmu Laduni. Keutamaan Ramadhan Kewajiban Menutup Aurat Bagi Wanita Kunci ilmu trawangan Penangkal santet Posisi tidur yang baik menurut Islam Posisi tidur yang bisa menangkal santet Sedekah Tahi lalat Takut hantu Tanda tanda kematian alam barzah alam kubur amalan puter gilin asal usul jenglot berbicara dengan orang mati bisnis valas blokir ilmu teropon cara alami penangkal santet cara belajar ilmu supranatural cara melindungi diri dari dosa cara melindungi diri dari santet doa agar rumah tangga harmonis doa agar suami setia doa agar suami/istri kembali doa biar rumah tangga harmonis doa dan amalan penangkal santet paling ampuh doa istri untuk suami doa memindahkan hujan doa rujuk suami istri doa sapu jagad doa supaya rumah tangga harmonis dosa penghalang jodoh ekonomi hantu harga jenglot hijab syar i masa kini. ilmu batara kala indra ke 6 jenglot menurut islam jerat setan kegunaan jenglot keutamaan doa sapu jagad. manfaat doa sapu jagad manfaat ilmu puter giling membuka mata ghaib menarik istri yang kabur penampakan hantu penangkal santet menurut islam penangkal santet tanah kuburan penetapan bulan ramadhan pengertian puasa ramadhan. rapal ajin lembu sekilan takut gagal tanda orang akan mati

Mengenal Spiritual Jawa Di Masa Modern

Sebagai orang Jawa kita akan merasamalu jika tidak mengenal aspek spiritual yang di lakukan orang Jawa. Bahkan saking hebatnya justru banyak terkenal di luar negeri ketimbang di negerinya sendiri.
Dalam perjalanannya berdampingan dengan spiritual Islam dan Budah serta Hindu, Spiritual Jawa mempunyai kelas tersendiri dengan banyaknya nilai agung yang di telurkan tokoh masa lalu, sebut saja dari Keraton Ngayogyokarto Jiwa kesatria Jawa menurut Sinuhun Sri Sultan HB VIII ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

1. Sêwiji : menyatukan kebulatan tekad dan segenap potensi diri untuk satu tujuan.
2. Grêgêt : dinamika jiwa yg disalurkan dalam gerak, usaha, perjuangan meraih tujuan.
3. Sêngguh : percaya pada kekuatan diri sendiri, dilandasi jatidiri yang kokoh, mampu mengendalikan dan memenej kekuatan dan potensi diri dengan baik.
4. Ora mingkuh (mingkuh : tinggal glanggang glanggang colong playu). Artinya, tidak meninggalkan tanggungjawab dan tugas dalam meraih tujuan. Teguh hati dan kuat dalam menjaga prinsip. Sekalipun menghadapi tantangan berat.
Ajaran yang pernah tumbuh di Jawa dan mengakar sampai hari ini, setidaknya bisa dibagi dalam tiga kategori

1. Jawadīpa.
2. Jawa Buda.
3. Kêjawen.

1. Jawadīpa

Ajaran asli Jawa yang sampai hari ini belum kita temukan referensinya secara jelas. Namun beberapa bentuk keyakinan bisa ditemui pada keyakinan-keyakinan selanjutnya.

2. Jawa Buda (Śiwa Buddha).

Ajaran Śiwa yang sudah bercampur dengan ajaran Buddha Mahayana/ Tantrayana berikut bercampur dengan ajaran Jawadīpa. Ajaran ini mencapai puncak keemasan pada masa Majapahit.

3. Kêjawen

Ajaran Tassawuf Islam yang berbalut ajaran Jawa Buda. Muncul pasca Majapahit. kitab WIRD HIDAYAT JATI adalah pegangan bagi islam kejawen.

Dalam Spiritual Jawa tidak lepas dari yang namanya Guru sejati ,
Ilmu Jawa melihat ROH manusia memiliki PEMBIMBING yang disebut sebagai GURU SEJATI

Guru Sejati berdiri sendiri menjadi pendamping dan membimbing Roh. Sukma di siram "air suci" oleh Guru Sejati sehingga Sukma menjadi Sukma Sejati

Guru Sejati memiliki fungsi sebagai sumber " Pelita' Kehidupn.

Guru Sejati layak dipercayai sebagai GURU kerana ia bersifat teguh dan memiliki hakekat 'Sifat-sifat Tuhan' (Frekuensi Kebaikan) yang abadi tetap tidak berubah.

Guru Sejati adalah 'data Pancaran (Projector) dari rasa yang merupakan rasa yang sumbernya adalah kehendak Tuhan.  Terminologi Jawa menyebutnya sebagai RASA SEJATI. Tidak diragukan apabila peranan Guru Sejati akan 'mewarnai' energi hidup atau roh menjadi energi suci.  Roh Sejati telah mendapat 'Petunjuk' Tuhan dalam konteks ini adalah hakikat Rasa Sejati,  Maka peranan Roh tersebut tidak lain sebagai 'Utusan Tuhan'

Jiwa, nafs yang diperkuat dengan Sukma Sejati perlu didampingi Guru Sejati kerana ia dapat dikalahkan oleh Nafsu yang berasal daripada Jasad manusia.  Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan berubah karekternya menjadi jahat.

Ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bertemu Guru Sejati. wujudnya mirip dengan diri kita sendiri Melihat diri sendiri menjelma menjadi DUA seperti melihat cermin.
Bagi yang dapat merasa Sukma, maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri.  Wujud kembaran itulah entitas Guru Sejati kerana Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan, maka segala nasehatnya akat tepat dan benar adanya.  Tidak akan menyesatkan.

Cara Mengisi Benda Menjadi Bertuah

                     namnya juga mengisi tuah pada benda maka seseorang yang melakukan mengisi benda menjadi bertuah wajib memiliki energi yang besar dan paham betul dengan apa yang disalurkan ke dalam benda tersebut. Butuh latihan dan juga lelakon yang panjang sebelum mencapai tingkatan untuk bisa mengisi benda biasa menjadi benda bertuah. Dan tuah tersebut wajib bisa bertahan lama bahkan kalau bisa selamnya sampai akhir dunia.

Banyak teknik untuk mengisi benda menjadi bertuah misalkan dengan lelakon puasa ,wirid dan lain sebagainya, tetapi untuk tingkatan seorang guru tirakat yang dilakukan bisa sangat lama atau bahkan sangat singkat tergantung tuah yang diinginkan. Biasanya semakin lama seorang guru bertapa atau lelakon maka semakin ampuh tuah yang dihasilkan. Misalkan saja untuk membuat pagar ghaib dari sebilah keris jaman sekarang , maka di perlukan lelakon puasa 3 hari mutih dan diakhir ngebleng kemudia dilanjutkan dengan wiridan sampai ada sinar yang masuk kedalam keris tersebut sehingga keris bisa dikatakan bertuah dan ampuh. Keris yang sudah diisi hanya bisa diambil yuahnya oleh orang yang mempunyai tingkatan ilmu lebih tinggi atau orang yang menanamkan tuah tersebut ke dalam keris itu.

Sedangkan versi lain dari mengisi benda biasa menjadi benda bertuah bisa dilakukan dengan cara islami yaitu dengan bertirakat dan diawali dengan sholat khajat untuk membuat tuah pada benda yang diinginkan. Setelah semua itu dilaksanakan bisanya juga berpuasa dengan niat seperti diatas dan di lanjytkan dengan merajah keris tersebut dengan energi inti dari dalam tubuh kita sehingga bisa masuk, setelah masuk kedalam bilah keris kemudian dikunci agar tidak pudar kekuatannya. Untuk melanggengkan tuah dalam keris itu kita wajib merawat dan juga mensucikan keris tiap tahun. Biasanya pada bulan suro atau tahun baru Islam (muharram)

Untuk yang menyukai versi kejawen bisa dengan memasukkan khodam malaikatan pada sebilah benda yang akan dijadikan benda bertuah. anggap saja keris dan di masukkan khodam tingkatan malaikatan sehingga ampuh dan kuat menahan gangguan. Demikian sedikit cara mengisi benda menjadi bertuah.
baca juga melindungi bayi dari gangguan jin dan setan

Mengenal Aliran Islam Kejawen

Untuk Jaman sekarang orang akan bangga ketika bisa mengunggkap sebuah kebudayaan masa lalu di negara yang mungkin secara kultur tidak bisa kita hubungkan dari kebudayaan kita. Mereka malu dengan budaya diri sendiri yang justru sangat diapresiasi oleh bangsa lain. dan ilmu islam kejhawen adalah salah satu yang sering di bahas oleh orang barat ketimbang ilmu pasti lainnya.


Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional).
Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.


Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami, misalnya puasa, wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.

Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.
Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.

Bahkan Islam sebagai agama baru pada saat itu bisa sangat diterima masyarakat kita karena ajaran tersebut bisa berbaur dengan budaya Jawa yang disebut sebagai kejawen. Berbeda dengan agama lain yang memisahkan kasta atau derajat orang dengan tidak adil.
Baca juga Cara mengasah kemampuan mata bathin

Mantra Ilmu Kebal Melayu

Orang Melayu atau orang Rumpun melayu juga mempunyai berbagai mantra ilmu kebal dan salah satu yang terkenal adalah dari Malaysia atauun dari kanuragan Indonesia tetapi di adopsi oleh negara tetangga. 1. ILMU KEBAL BAJU RANTE

Mantranya :
SIDI SIDI SIRATAMA ISIKU MAJADI BAJU RANTE
MANILA BASI BASI BASI
KURSANI BASI BAGINDA ALI
caranya mudah aja dan tidak harus puasa , karena ada nama besi yang kita masukkan ke tubuh maka secara otomatis jika mantra dibaca maka langsung masuk. Dibaca doanya 3x sambil tahan nafas, kemudian sebut A.I.U di dileher seperti memakai suara dalam, biasanya agak sulit melakukanya…tapi coba aja, kalo ilmu itu masuk , badan akan terasa panas dan berlapis, kemudian coba kutik telinga anda maka kedengaran seperti besi …
Mohon digunakan untuk kebaikan , dan jika mau lebih afdal tiap malam jumat mantranya dibaca 9 kali selama 3x jum’at.

2. ILMU PUKULAN MEMATIKAN DARI SULAWESI
Mantranya :
NOMBO RA TITI RA SAIRA POTUDA KAYU TARAMU JANJIMU DOPA RI AKHERAT HA…
caranya : baca MANTRANYA sambil telapak tangan disapukan di tapak kaki kanan dan kemudian tarik nafas bersamaan dengan sapuan tadi….setelah itu pukulkan sambil melapas nafas dari mulut dgn bunyi HA (yang berarti api )

PERHATIAN : ILMU INI SANGAT BERBAHAYA JADI HANYA BOLEH DIGUNAKAN PADA SAAT TERDESAK …OK….

3. ILMU MEMBUAT SENJATA API BUNTU / MAMPET
Mantranya :
SUMILA…. AKU ALIF HIDUP
IKO BA MATE
PANAGUNTU PASITOLO SIO WALI TUPUNA REME MBULANA MEWALI TAMPO
caranya : ketika akan berhadapan dengan orang yang mau menembak Anda maka baca doanya dan lipat lidah kita sampai menyentuh langit-langit dalam mulut dan tatap terus senjata yang mereka pegang/ dijamin cespleng !!!!

SERI KEBAL BESI KHARSANI
Bismillahirrahmanirrahim.
Hai Besi Kharsani,
Besi melilit 7 anggota aku,
Tulang menjadi besi,
Uratku menjadi batu,
Teguh tegap sekalian badan aku.

Besi datang besi ku nanti,
Timah datang timah ku nanti,
Kayu datang kayu ku nanti.
Hai Seri Kebal,
Berkat doa Lailahaillallah Muhammaddur rasulullah.”.
Cara mengamalkannya:
Pada awal pagi (selepas mandi) ambillah air liur dibawah lidah menggunakan ibu jari kanan sambil berniat, “Aku tahan kulit aku agar kebal dan tak dimakan oleh peluru atau senjata”.
Kemudian, letakkan ke telapak tangan kiri dan dijampi 3 kali dengan mentera di atas.
Temukan ke-2 telapak tangan dan gosok sedikit. Kemudian, sapukan ke-2 tangan anda ke seluruh tubuh sambil berniat di dalam hati, “Kulit aku menjadi besi yang tebal dan batu yang keras.”. mulai dari
ibu jari kaki (tangan kanan ke ibu jari kanan dan tangan kiri ke ibu jari kiri) sehingga ke seluruh tubuh yaitu ke buku lali, lutut, paha, punggung (depan belakang), perut, pinggang, dada (depan belakang), ke-2 tangan,
leher, kepala dan muka.

Baca juga Doa dan amalan penangkal santet

Amalkan selama 30 hari berturut-turut, barulah berhenti. Insya-Allah, anda akan menjadi kebal dengan izin Allah

DOA KEBAL
Bismillahirrahmanirrahim.
Ingat Dia baru ingat kita,
Bukan kau menjadikan aku,
Hu yang menjadikan aku.
Punji saudaraku,
Kau jangan merusakkan aku,
Allah yang memasang,
Allah yang menentukan.
Zat Allah,

Baca juga Amalan ahli surga masa kini

Jasad Muhammad,
Muhammad batin,
Sifat Allah Ta’ala sejati.
Yakni, sifatMu tidak akan binasa.
Nyatakanlah!
Nyatakanlah!
Nyatakanlah!
Laillah Haillah teguk liur Muhammad Darasullullah
77 kempunanku sehari semalam.
Cara mengamalkannya:
Bacakan mentera di atas bila-bila digunakan sesudah sembahyang Subuh, sewaktu keluar rumah. setelah menyebut “Nyatakanlah!”, tarik nafas dalam seperti yang diatas
Iktikadkan yang anda sedang mengunci seluruh badan anda agar menjadi kebal segala jenis senjata tajam. Lakukanlah amalan ini setiap hari sehingga 40 hari. Setelah itu, amalan ini bolehlah diamalkan bila waktu diperlukan.
Pantangan : Yang dilarang agama
Jangan melangkah parit.

Baca juga Cara melindungi bayi dari gangguan Jin dan setan

DOA KULIT TEMBAGA
Bismillahirrahmanirrahim.
Wala lat-luhum wala kin,
Allahu wa-kata’ luhu.
Rama’in! Rama’in!
Tawalat-kin! Tawalat-kin!
Ar-Rahman! Ar-Rahman!
Ya Quddus! Ya Quddus!
Uratku menjadi kawat,
Tulangku besi kharsani,
Kulitku menjadi tembaga.
Berkat doa Rasul.
Berkat Lailahaillallah Muhammaddur rasulullah,
Berkat Lailahaillallah Muhammaddur rasulullah,
Berkat Lailahaillallah Muhammaddur rasulullah.

Baca juga Doa rujuk kembali bagi suami istri

Cara mengamalkannya:
Carilah atau buatlah sebuah telaga yang dalamnya separuh pinggang. Pada awal pagi (sebaik-baiknya) sebelum Subuh, masuklah ke dalamnya dan bacakan mentera di atas sebanyak 3 kali. Kemudian, menyelamlah sambil membaca sebanyak mungkin (selama yang mampu) Surah Al-Ikhlas (Qulhu) dan berniat agar kulit anda menjadi kebal daripada segala jenis senjata. Lakukanlah sebanyak 3, 5, 7 atau 11 kali. Amalkannya sehingga 40 hari. Insya-Allah, kulit anda akan menjadi kebal daripada semua senjata
atau pukulan musuh (manusia, hewan buas, jin syaitan dan sebagainya) dengan izin Allah.
Sedangkan untuk mantra dari Orang banjar ,orang mendawai serta suku Jawa kuno sangat berbeda satu sama lainnya.
Baca juga  Rapal aji kebal wojo

Hakekat Guru Sejati Dan Mengolah Rasa



 Kembali pada pembahasan Guru Sejati. Melalui 3 langkahnya (Triwikrama) Dewa Wishnu (Yang Hidup), mengarungi empat macam zaman (kertayuga, tirtayuga, kaliyuga, dwaparayuga), lalu lahirlah manusia dengan konstruksi terdiri dari fisik dan metafisik di dunia (zaman mercapada). Fisik berupa jasad atau raga, sedangkan metafisiknya adalah roh beserta unsur-unsur yang lebih rumit lagi. Ilmu Jawa melihat bahwa roh manusia  memiliki pamomong (pembimbing) yang disebut pancer atau guru sejati. Pamomong atau Guru Sejati berdiri sendiri menjadi pendamping dan pembimbing roh atau sukma. Roh atau sukma di siram “air suci” oleh guru sejati, sehingga sukma menjadi sukma sejati. Di sini tampak Guru sejati memiliki fungsi sebagai resources atau sumber “pelita”  kehidupan. Guru Sejati layak dipercaya sebagai “guru” karena ia bersifat teguh dan  memiliki hakekat “sifat-sifat” Tuhan (frekuensi kebaikan) yang abadi konsisten  tidak berubah-ubah (kang langgeng tan owah gingsir). Guru Sejati adalah proyeksi dari rahsa/rasa/sirr yang merupakan rahsa/sirr yang sumbernya adalah kehendak Tuhan; terminologi Jawa menyebutnya sebagai Rasa Sejati. Dengan kata lain rasa sejati sebagai proyeksi atas “rahsaning” Tuhan (sirrullah). Sehingga tak diragukan lagi bila peranan Guru Sejati akan “mewarnai” energi hidup atau roh menjadi energi suci (roh suci/ruhul kuddus). Roh kudus/roh al quds/sukma sejati, telah mendapat “petunjuk” Tuhan –dalam konteks ini hakikat rasa sejati– maka peranan roh tersebut tidak lain sebagai “utusan Tuhan”. Jiwa, hawa atau nafs yang telah diperkuat dengan sukma sejati atau dalam terminologi Arab disebut ruh al quds. Disebut juga sebagai an-nafs an-natiqah, dalam terminologi Arab juga disebut sebagai an-nafs al-muthmainah, adalah sebagai “penasihat spiritual” bagi jiwa/nafs/hawa. Jiwa perlu di dampingi oleh Guru Sejati karena ia dapat dikalahkan oleh nafsu yang berasal dari jasad/raga/organ tubuh  manusia. Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan merubah karakternya menjadi jahat.

Ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bisa menemui wujud Guru Sejati. Guru Sejati benar-benar bisa mewujud dalam bentuk “halus”,  wujudnya mirip dengan diri kita sendiri. Mungkin sebagian pembaca yang budiman ada yang secara sengaja atau tidak pernah menyaksikan,   berdialog, atau sekedar melihat diri sendiri tampak menjelma menjadi dua, seperti melihat cermin. Itulah Guru Sejati anda. Atau bagi yang dapat meraga sukma, maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri. Wujud kembaran (berbeda dengan konsep sedulur kembar) itu lah entitas Guru Sejati. Karena Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan, maka segala nasehatnya akan tepat dan benar adanya. Tidak akan menyesatkan. Oleh sebab itu bagi yang dapat bertemu Guru Sejati, saran dan nasehatnya layak diikuti. Bagi yang belum bisa bertemu Guru Sejati, anda jangan pesimis, sebab Guru Sejati akan selalu mengirim pesan-pesan berupa sinyal dan getaran melalui Hati Nurani anda. Maka anda dapat mencermati suara hati nurani anda sendiri untuk memperoleh petunjuk penting bagi permasalahan yang anda hadapi.
Namun permasalahannya, jika kita kurang mengasah ketajaman batin, sulit untuk membedakan apakah yang kita rasakan merupakan kehendak hati nurani (kareping rahsa) ataukah kemauan hati atau hawa nafsu (rahsaning karep). Artinya, Guru Sejati menggerakkan suara hati nurani yang diidentifikasi pula sebagai kareping rahsa atau kehendak rasa (petunjuk Tuhan) sedangkan hawa nafsu tidak lain merupakan rahsaning karep atau rasanya keinginan.
Sarat utama kita bertemu dengan Guru Sejati kita adalah dengan laku prihatin; yakni selalu mengolah rahsa, mesu budi, maladihening, mengolah batin dengan cara membersihkan hati dari hawa nafsu, dan  menjaga kesucian jiwa dan raga. Sebab orang yang dapat bertemu langsung dengan Guru Sejati nya sendiri, hanyalah orang-orang yang terpilih dan pinilih.

SEDULUR; PAPAT KEBLAT, LIMA PANCER
 Atau Keblat Papat,Lima Pancer, di lain sisi diartikan juga sebagai kesadaran mikrokosmos. Dalam diri manusia (inner world) sedulur papat sebagai perlambang empat unsur badan manusia yang mengiringi seseorang sejak dilahirkan di muka bumi.  Sebelum bayi lahir akan didahului oleh keluarnya air ketuban atau air kawah. Setelah bayi keluar dari rahim ibu, akan segera disusul oleh plasenta atau ari-ari. Sewaktu bayi lahir juga disertai keluarnya darah dan  daging. Maka sedulur papat terdiri dari unsur kawah sebagai kakak, ari-ari sebagai adik, dan darah-daging sebagai dulur kembarnya. Jika ke-empat unsur disatukan maka jadilah jasad, yang kemudian dihidupkan oleh roh sebagai unsur kelima yakni pancer. Konsepsi tersebut kemudian dihubungkan dengan hakekat doa; dalam pandangan Jawa doa merupakan niat atau kebulatan tekad yang harus melibatkan unsur semua unsur raga dan jiwa secara kompak. Maka untuk mengawali suatu pekerjaan disebut dibutuhkan sikap amateg aji (niat ingsun) atau artikulasi kemantaban niat dalam mengawali segala sesuatu kegiatan/rencana/usaha).  Itulah alasan mengapa dalam tradisi Jawa untuk mengawali suatu pekerjaan berat  maupun ringan diawali dengan mengucap; kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lahir nunggal sedino lan kadhangku kang lahir nunggal sewengi, sedulurku papat kiblat, kelimo pancer…ewang-ewangono aku..saperlu ono gawe


Mengolah Rasa

Apakah kita pernah duduk sejenak untuk merasa-rasakan rasa yang ada pada diri kita: lebih banyak rasa baik atau buruknya?

Beruntunglah bila kesadaran itu masih ada, sehingga kita dapat jujur untuk mengakui rasa mana yang lebih dominan. Karena dengan demikian akan timbul keinginan untuk mengolahnya.

Ketika kita merasakan rasa buruk lebih dominan pasti kita akan berusaha mengolahnya, agar rasa yang ada menjadi baik kembali. Kalau pun rasa itu masih peka dan baik, kita akan berusaha mengasahnya menjadi lebih baik dan lebih peka lagi.

Sama haknya dengan tubuh. Ketika kita merasa tubuh ini sudah tidak beres atau mulai melar, maka timbul keinginan untuk menjaga atau memperbaikinya dengan asupan yang sehat atau dengan melakukan senam untuk mengembalikan ke bentuk semula.

Bila kita memiliki kesadaran bahwa tubuh yang sudah tidak proporsional perlu upaya untuk diolah dengan senam misalnya. Sejatinya perasaan yang sudah tidak proporsional pun perlu melakukan senam tertentu.

Misalnya perasaan kita mudah benci, marah, dengki, iri, atau mudah menghakimi, membandingkan. Perasaan tidak mudah peduli, tidak mudah berempati, tidak mudah terharu.

Bila keadaan ini ada gejalanya pada diri kita, maka perlu kesadaran yang namanya senam mengolah rasa. Bagaimana caranya?

Tentu kita perlu seorang guru atau menggunakan metode meditasi misalnya. Tapi tentu metode yang paling ampuh adalah praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh: ketika rasa benci pada seseorang, segera kita mengolahnya menjadi rasa mengasihi. Saat hendak marah, kita lantas merasakan betapa buruknya muka dan ruginya dengan kemarahan.

Sepertinya halnya senam mengolah tubuh, tentu butuh kesabaran dalam hal ini, sehingga kelak menjadi sebuah kebiasaan dan membentuk karakter kita menjadi manusia yang memiliki kesejatiaan rasa. Biar tidak menjadi omong kosong, pastinya saya yang paling perlu mempraktikkan.
Baca juga Mengolah guru sejati

Apakah Dengan Tirakat Olah Kebatinan Bisa Memahami Kesejatian Alam

Seseorang yang sudah mempelajari dunia spiritual, termasuk yang digelari master spiritual sekalipun, tidak berarti dia mengetahui segala-galanya. Tentang aspek pengetahuan apa yang diketahuinya dan akan menjadi sejauh mana pengembangan spiritualitasnya akan tergantung pada interest masing-masing. Penulis juga tidak bermaksud sok tahu untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas.

Untuk kita yang hidup di jaman sekarang ini, pengetahuan spiritual biasanya berasal dari pencarian pribadi. Apalagi sehari-harinya kita memiliki kesibukan sendiri-sendiri. Pengetahuan spiritual tidak melulu harus dipelajari dengan mengikuti suatu perkumpulan kebatinan / spiritual, karena bisa juga berasal dari perenungan-perenungan, dan tidak harus dalam bentuk pengetahuan khusus atau diperoleh dengan cara meditasi khusus, atau menyepi menjadi seperti seorang panembahan / pertapa jaman dulu.
Bila suatu objek atau pengetahuan tidak dapat dibuktikan kebenarannya, termasuk dengan cara kebatinan / spiritual maupun dengan cara-cara modern, maka pengetahuan itu hanyalah sebuah cerita, legenda, teori (termasuk teori ilmiah), atau mitos dan tahayul, atau dogma dan doktrin, dan atas hal itu seseorang hanya mempunyai 2 pilihan, percaya atau tidak percaya.

Tetapi prinsip dasar-nya sama. Seseorang harus memiliki suatu kepekaan / kebijaksanaan / kemampuan untuk dapat mengetahui sesuatu yang benar-benar ada, tetapi tidak tertangkap indera manusia, hanya bisa dirasakan dengan batin, dengan rasa.  Itulah yang harus dipelajari dan harus bisa dibuktikan sendiri kebenarannya. Dan dibutuhkan suatu kebijaksanaan untuk dapat memisahkan mana yang sudah berupa kebenaran dan mana yang masih berupa mitos, kepercayaan, dogma dan doktrin, dsb, yang masih harus dibuktikan kebenarannya. Dan juga dibutuhkan suatu kebijaksanaan untuk tidak mempertentangkan apa yang diketahuinya dengan pandangan dan pendapat orang lain yang tidak mempunyai kemampuan untuk membuktikan kebenarannya, sehingga baginya semuanya itu akan menjadi suatu pengetahuan dan kebijaksanaan yang bersifat kesepuhan.
Dalam proses pembelajaran kebatinan dan spiritual, yang pertama dan yang utama harus dimiliki dahulu adalah kepekaan rasa batin  (baca: Olah Rasa & Ilmu Kebatinan), bukan kemampuan melihat gaib, bukan juga pembukaan cakra mahkota. Kepekaan rasa itu juga yang nantinya akan berlanjut dengan ide-ide atau ilham-ilham jawaban yang mengalir dalam pikiran seseorang, menuntunnya dalam proses pencarian dan proses pembuktian kebenarannya.
Setelah dengan kepekaan rasa seseorang dapat merasakan sesuatu yang bersifat gaib, karena tidak dapat diinderai dengan panca indera, barulah kemudian dipertegas dengan cara melihat gaib, atau dengan cara-cara kebatinan dan spiritual, atau dengan cara-cara yang lain. Kalau kita terbiasa mengasah kepekaan rasa batin, biasanya sukma kita juga akan bekerja, sehingga walaupun tidak bisa melihat gaib, tetapi kita dapat juga mendeteksi keberadaan sesuatu gaib dan bisa terbayang juga sosoknya seperti apa, termasuk sosok gaib yang berdimensi tinggi. Begitu juga dengan pengetahuan yang sifatnya berdimensi tinggi.
Walaupun tidak harus, tetapi kepekaan rasa dan kemampuan melihat gaib seringkali harus diasah atau dipelajari melalui program-program atau perkumpulan kebatinan / spiritual dan perkumpulan orang-orang yang gemar dengan hal-hal gaib.
Objek pengetahuan yang akan dipelajari bisa didapatkan dari cerita agama, atau cerita misteri alam gaib di masyarakat, atau tentang suatu keilmuan tertentu, atau apa saja dalam kehidupan kita, yang nantinya akan berkembang sendiri sesuai interest masing-masing. Dalam proses mempelajari kebenaran dan aspek pengetahuan di dalamnya, keberadaan sosok guru sejati akan sangat berguna untuk menuntunnya ke arah pengetahuan yang benar dan dalam tempo yang lebih singkat, dibandingkan bila harus melakukan pencarian sendiri. Sosok guru sejati ini bisa siapa saja, bisa manusia, bisa khodam ilmu / pendamping, bisa roh-roh leluhur, bangsa jin, dewa, roh sedulur papat, dsb.

Bila kemudian aspek suatu pengetahuan sudah didapatkannya, walaupun tidak ada lagi sosok guru yang dapat menuntunnya, dia masih dapat bergerak sendiri melakukan pencarian ke dimensi pengetahuan yang lebih tinggi. Ketika seseorang sudah sampai pada tahapan ini maka kedekatan dengan para roh sedulur papat akan berguna sekali untuk menuntunnya mencapai pengetahuan yang tidak dapat diketahui sendiri bila hanya mengandalkan kesadaran atau logika berpikir. Para sedulur papat akan membantu dengan cara memberikan penglihatan-penglihatan, ide-ide dan ilham tentang suatu objek pencarian atau jawaban atas suatu permasalahan, menjadi sosok Guru Sejati bagi seseorang.

Bila para guru sejati dapat menuntun kita, atau kita sendiri bersama para sedulur papat, dapat menemukan jalan atau dapat mendeteksi keberadaan Roh Agung Alam Semesta, Roh Tuhan, walaupun mungkin hanya sebatas “Cahaya’ -Nya saja, berarti kita sudah mencapai awal dari suatu tahapan dimensi spiritual tertinggi. Itu adalah awal yang sangat berharga untuk dapat mengetahui kesejatian kehidupan. Apalagi bila kemudian kita dapat Manunggal dengan-Nya  (baca: Olah Roh, Manunggaling Kawula Lan Gusti ).  Proses ini juga bisa diawali dari kepercayaan agama atau keTuhanan, yang kemudian dibuktikan sendiri kebenarannya, yaitu kebenaran agama dan kebenaran Tuhan, bukan sebatas hanya percaya saja pada ajaran agama, dan kemudian memaksakan dogma dan doktrin agama. Pengetahuan apapun yang kita peroleh akan menambah hikmat dan kebijaksanaan kita.

Dalam jaman sekarang ini, objek pengetahuan untuk dipelajari tidak harus selalu mengenai alam gaib dan kegaiban, tetapi bisa juga pengetahuan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dengan kepekaan rasa batin dan ilham jawaban yang mengalir, seseorang akan dapat lebih mudah mencari jawaban dari suatu permasalahan beserta cara-cara pembuktian kebenarannya. Pengetahuan-pengetahuan itu akan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh yang sederhana adalah cerita tentang adanya suatu mahluk hidup yang secara umum disebut kuman (bakteri, virus, amuba), yang sering disebut sebagai penyebab suatu sakit / penyakit, yang sedemikian kecilnya ukuran tubuhnya sehingga tidak dapat diinderai dengan mata kita, hanya dapat dilihat melalui mikroskop, dan perhatian dunia medis telah banyak dicurahkan untuk menciptakan obat-obatan untuk menangkal / membunuh keberadaan kuman ini. Bagi kita yang belum pernah melihatnya secara langsung, kita hanya bisa percaya saja dengan cerita keberadaan kuman itu (sama dengan percaya saja pada ajaran agama). Walaupun tidak bisa membuktikan sendiri kebenarannya, tetapi kita percaya, karena kita banyak menerima cerita kedokteran, juga karena ada bukti-bukti berupa foto-foto gambarnya. Manusia di bidang kedokteran / kesehatan atau petugas laboratorium biologi / mikrobiologi dapat menuntun dan mengajar kita, menjadi guru sejati kita, bila kita ingin melihatnya sendiri dan membuktikan kebenaran keberadaannya berikut aspek pengetahuan di dalamnya.

Cerita tentang kuman sebagai penyebab suatu sakit / penyakit adalah cerita yang umum di masyarakat, sudah dibuktikan secara logis dengan berbagai peralatan modern dan sudah diterima secara luas sebagai sebuah kebenaran. Ini adalah contoh sederhana suatu dogma dan doktrin manusia pada jaman modern, yang kita pasti akan dicemooh bila mempunyai pandangan yang berbeda. Tetapi, apakah pandangan di atas adalah sebuah kebenaran mutlak ?   Apakah perlu dikaji lagi kebenarannya ?  Bila dikritisi lebih lanjut tentang suatu sakit / penyakit yang berhubungan dengan kuman, benarkah kuman itu pasti adalah penyebab awal dari suatu sakit / penyakit ?  (Mengenai pandangan lain tersebut silakan dibaca tulisan:  Penyebab Awal Sakit-Penyakit).

Bila kita memiliki kebijaksanaan, kita akan dapat menerima suatu pandangan lain yang tidak sejalan dengan pandangan umum, yang walaupun mungkin tidak bisa dibuktikan dengan cara-cara modern (karena cara-cara modern juga mempunyai keterbatasan), tetapi mungkin bisa dibuktikan kebenarannya dengan cara lain, atau bisa diterima kebenarannya dengan rasa.  Apapun juga pengetahuan yang kita dapatkan sesudahnya, akan menjadi kebijaksanaan yang bersifat kesepuhan (hanya baik bila hanya kita sendiri yang tahu dan tidak perlu dipertentangkan dengan pandangan dan pendapat orang lain yang tidak sejalan).
Begitu juga dengan keberadaan mahluk halus di sekitar kita, yang tidak dapat diinderai dengan mata kita. Bila secara rasa batin kita dapat merasakan keberadaannya, kita dapat memperjelas dengan cara penglihatan gaib, atau dengan cara kebatinan / spiritual yang lain. Kemampuan melihat gaib dan berkomunikasi dengan gaib akan sangat berguna untuk melihat sendiri kebenaran keberadaannya. Kemampuan melihat gaib dan berkomunikasi dengan gaib juga akan sangat berguna untuk mendapatkan sosok-sosok gaib yang dapat menuntun kita untuk mengetahui hal-hal gaib yang akan sulit kita ketahui bila hanya melakukan pencarian sendiri, apalagi mengenai pengetahuan yang sifatnya berdimensi tinggi.

Begitu juga bila kita memiliki kepekaan batin yang tinggi, yang bisa merasakan sesuatu kejadian yang akan terjadi, seringkali terpaksa harus disimpan untuk diri kita sendiri. Tidak semua orang dapat menerima ucapan kita tentang sesuatu yang akan terjadi, dan tidak semua orang dapat menghargai kelebihan kita itu. Tetapi orang-orang yang bijaksana mungkin akan mendapatkan manfaat dari pengetahuan dan ucapan-ucapan kita.
Kemampuan kita untuk mengetahui keberadaan tentang sesuatu mahluk gaib, kegaiban alam, atau apapun juga yang secara umum tidak diketahui oleh orang lain, akan menjadi kebijaksanaan yang bersifat kesepuhan (hanya baik bila hanya kita sendiri yang tahu dan tidak perlu dipertentangkan dengan pandangan orang lain yang tidak sejalan).

Sesuatu objek yang sudah kita ketahui keberadaannya, kemudian kita pelajari sisi pengetahuan spiritualnya, aspek asal-usul keberadaannya, tujuan keberadaannya, apa saja perbuatannya, apa saja pengaruhnya, dsb. Secara pribadi pengetahuan itu akan menjadi pengetahuan yang bersifat kebatinan / spiritual. Seseorang yang mempelajari dunia spiritual, atau bahkan yang digelari master spiritual sekalipun, tidak berarti dia mengetahui segala-galanya. Tentang aspek pengetahuan apa yang diketahuinya dan akan menjadi sejauh mana pengembangan spiritualitasnya akan tergantung pada ketekunan dan interest masing-masing.

Bila kita membahas hakekat kesejatian alam semesta, akan sulit sekali pembuktiannya, karena pengetahuan dunia nyata manusia tentang alam semesta, tentang Galaksi Bima Sakti saja masih terbatas. Baiklah kita dongeng dengan yang nyata bisa kita alami sendiri, yaitu tata surya kita dengan matahari sebagai pusatnya.
Komponen utama sistem Tata Surya adalah matahari. Hampir semua objek-objek besar yang mengorbit / mengelilingi matahari terletak pada bidang edaran bumi, yang dinamai ekliptika. Semua lintasan planet terletak sangat dekat pada ekliptika, sementara komet dan objek-objek asteroid biasanya memiliki beda sudut yang sangat besar dibandingkan ekliptika.
Objek yang mengorbit matahari dapat diklasifikasikan dalam tiga golongan, yaitu planet, planet kerdil, dan benda kecil Tata Surya.

Matahari memiliki delapan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, dan Neptunus.
Matahari memiliki lima buah planet kerdil: Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris.
Ribuan objek-objek lain berikutnya yang mengitari matahari adalah benda-benda kecil Tata Surya.